TANJUNG JABUNG TIMUR – Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Jabung Timur terus bertransformasi menuju tata kelola keuangan digital yang transparan dan akuntabel. Hal ini dibuktikan dengan partisipasi aktif jajaran pengelola keuangan dalam mendalami sistem transaksi non-tunai terbaru.
Pada Senin, 22 Desember 2025, pukul 09.00 WIB, bertempat di Kantor Kejari Tanjung Jabung Timur, dilaksanakan kegiatan bimbingan teknis secara daring melalui Zoom Meeting. Agenda utama kali ini adalah Bimbingan Teknis Penggunaan Cash Management System (CMS) Bank Rakyat Indonesia (BRI) di Lingkup Kejaksaan Republik Indonesia.
Kegiatan ini diikuti oleh jajaran bendahara Kejari Tanjung Jabung Timur, yaitu:
-
Boycandra Siahaan, S.H. (Bendahara Pengeluaran)
-
Mey Dini Retnowati, A.Md.I.P. (Bendahara Penerimaan)
Modernisasi Transaksi Keuangan Pemerintah
Bimtek ini bertujuan untuk membekali para pengelola keuangan dengan keterampilan teknis dalam mengoperasikan platform CMS BRI. Sistem ini merupakan solusi perbankan digital yang dirancang khusus untuk instansi pemerintah guna mengelola arus kas secara real-time, aman, dan efisien.
Beberapa materi krusial yang dibahas dalam bimbingan teknis tersebut meliputi:
-
Manajemen Transaksi Non-Tunai: Proses transfer dan pembayaran tagihan secara elektronik guna meminimalisir penggunaan uang tunai.
-
Monitoring Arus Kas: Pemantauan saldo dan mutasi rekening satuan kerja secara langsung untuk akurasi laporan keuangan.
-
Keamanan Transaksi: Penerapan protokol keamanan digital dan otorisasi bertingkat dalam pengelolaan dana negara.
-
Integrasi Laporan: Penyelarasan data transaksi perbankan dengan sistem pelaporan internal Kejaksaan.
Mendukung Transparansi Keuangan Negara
Partisipasi dalam Bimtek ini merupakan langkah nyata Kejari Tanjung Jabung Timur dalam mendukung program pemerintah terkait percepatan dan perluasan digitalisasi daerah. Dengan penguasaan CMS BRI yang baik, diharapkan pengelolaan anggaran di Bumi Mendahara semakin cepat, tepat sasaran, dan terhindar dari risiko kesalahan administratif.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi simulasi penggunaan fitur-fitur utama CMS, sehingga para bendahara dapat langsung memahami mekanisme operasional sistem tersebut sebelum diimplementasikan secara penuh dalam tugas sehari-hari.






